Kiki Hadirkan Krispi Kulit Ayam yang Lezat dan Manjakan Lidah

 
Kiki, Pemilik Usaha Krispi Kulit Ayam [kuliner]


Even Ulang Tahun Kabupaten Tangerang yang  ke 391 memukau banyak pengunjung. Selain menggelar pentas seni budaya, even ini juga menghadirkan bazar UMKM. Produk UMKM yang menarik perhatian pengunjung adalah produk kuliner yang membawa cita rasa yang beragam.


Di antara para pelaku UMKM kuliner yang berpartisipasi, ada ibu Kiki. Ia dan suaminya memperkenalkan kreasi kuliner Krispi yang memanjakan lidah. Krispi dengan bahan dasar kulit ayam, usus ayam, dan jamur menjadi daya tarik utama di pameran ini.


Kiki, dengan kepiawaian dan kreativitasnya, telah menjalani usaha Krispi ini selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, istilah "Krispi" diambil karena tekstur renyah dan kriuk-kriuk yang melekat pada makanan ini. Bahan-bahan untuk Krispi, seperti kulit ayam, usus ayam, dan jamur, dipilih secara teliti dari pasar terdekat. Kiki selalu berusaha untuk menyajikan Krispi yang berkualitas dan lezat bagi para pelanggannya.


Kuliner Krispi kulit ayam dan krisipi jamur [kuliner]

Motivasi Kiki untuk memulai bisnis Krispi kulit ayam dan jamur ternyata sangat sederhana. Ia melihat kebahagiaan anaknya saat menikmati ayam Krispi. Dari situlah muncul ide untuk mencoba membuat Krispi sendiri di rumah. Kiki memiliki sentuhan khusus dalam mempersiapkan bahan-bahan tersebut, termasuk mengupas kulit ayam hingga hanya tinggal dagingnya saja.


Berkat kreativitasnya, Kiki berhasil menciptakan Krispi dari kulit ayam, usus ayam, dan jamur, yang ternyata sangat disukai oleh keluarganya dan tetangga sekitar.


Dengan semakin banyaknya permintaan untuk Krispi-nya, Kiki mulai mempertimbangkan untuk memperluas bisnisnya. Mulai dari menjual Krispi secara porsian hingga kiloan untuk acara khusus seperti arisan, Kiki menjalani setiap langkah dengan tekun dan konsisten. Ia juga memanfaatkan teknologi dengan menjual Krispi secara online melalui berbagai platform e-commerce.


Kiki tahu bahwa prospek bisnis Krispi ini cukup menjanjikan. Ia merupakan salah satu dari sedikit orang yang terjun dalam bisnis Krispi dari kulit ayam, usus ayam, dan jamur. Dengan fokus pada pemasaran dan keikutsertaannya dalam berbagai pameran di berbagai wilayah, Kiki berusaha untuk memperluas pangsa pasarnya. Pameran-pameran seni budaya dan musik bukan hanya sebagai ajang untuk berjualan, tetapi juga sebagai momen untuk berbagi rasa Krispi dengan pengunjung yang datang.


Melalui usaha kerasnya, Kiki telah berhasil meraih omzet harian yang cukup menggembirakan saat ikut pameran. Sehari ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp 3 juga hinggga Rp 4 juta. Tetapi kalau lagi ramai Kiki meraup omset Rp 10 juta per hari.


Ia percaya bahwa dengan terus berpartisipasi dalam pameran-pameran dan memanfaatkan media online akan membantu memperbesar pangsa pasar Krispi kulit ayam dan jamur. Dengan harapan bantuan dan kemudahan izin dari pemerintah, Kiki yakin bahwa bisnis Krispi ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi UMKM kuliner serta masyarakat sekitarnya.

 


Lebih baru Lebih lama